Memori dan Waktu

Published April 20, 2014 by syarifahfaqoth

eternal-sunshine-of-the-spotless-mind-2

Dulu aku berpikir, seandainya aku jadi Joel Barish, bagian dari korban Lacuna.Inc, sebuah perusahaan penghilang memori berbasis teknologi. Yang cuma jadi pengecut yang ingin melarikan diri dari sebuah rasa. Ingin melupa. Ingin pura-pura tidak ada , dan mau menghilangkan rasa, atau tak pernah mengenalnya barang sepatah kata.

Dan aku sadar. Aku dan si Joel itu sama.
Kita sama. Sama-sama bodoh. Sama-sama pengecut.

Mau melupa, mau menghapus setiap jengkal ingatan pembuat sesak, dan mau bertindak seolah-olah semua itu tidak pernah ada.

Hanya, bedanya, dia hidup dalam sebuah bundel skenario fiksi milik Michel Gondry. Berkubang dalam dimensi yang tercipta di balik tayangan layar raksasa. Dia mengenal Lacuna Inc. Memilikinya dalam dunianya menghirup udara.
Tetapi aku tidak.
Aku hanya manusia biasa yang hidup dalam dunia nyata, menghadapi jutaan realita penyesak.
Dan hany bisa bertanya dalam hati. “Bagaimana rasanya lupa, benar-benar lupa? Apakah menenangkan, atau melegakan?”

Tapi akhirnya hari ini,
Aku bisa berkata. “Hey! Aku bisa melupakanmu. Hidupku lebih indah sekarang.”
Ternyata, aku tak perlu jadi Joel Barish. Semuanya hilang, melegakkan seiring berjalannya waktu.
Terima kasih, setidaknya semua pergi menyisakan banyak pelajaran.

Iklan

Angan

Published April 20, 2014 by syarifahfaqoth

catch a star

Urusan perasaan itu memang ajaib. Seakan aku dibuat merasa sepi di tengah keramaian pun dibuatnya merasa ramai di tengah kesepian. Dan tahu kah kau? Kini hati telah terbalut tebal oleh angan dan harapan untuk menggapai bintang itu. Akan kah bintang yang teramat tinggi itu dapat ku gapai, dengan jangkauan tangan yang hanya sependek kesadaranmu akan hadirnya aku?
Entahlah, aku tak mengerti akan anugerah indah ini. Haruskah ku lengkingkan suaraku agar perasaan ini sampai di telinga sang bintang? Tapi, aku takut. Aku tak ingin merusak alur ceritanya. Biarlah ku nikmati persaan ini. Biarlah ku jalani skenario indah-Nya. Ku simpan rasa ini dalam diam. Hingga akhirnya takdir yang menjawab, apakah bintang itu tercipta untuk akhirnya ku genggam, atau hanya tercipta untuk hiasan gelapnya malamku.

Rabb, jaga rasaku untuk selelu ku gunakan di jalan yang benar 🙂

Perkenalkan, aku…

Published April 16, 2014 by syarifahfaqoth

kupu_kupu_by_poogi1

Perkenalkan,
Aku orang yang selalu merasa nyaman ketika ada kamu di sini.
Aku orang yang selalu mencuri pandang dari sudut mata ke arahmu.
Aku orang yang senang bukan kepalang ketika namamu hadir di notification jejaring sosialku.
Aku orang yang selalu menunggu kehadiranmu di setiap kesempatan itu ada.

Perkenalkan,
Aku orang yang masih bingung dengan rasa pemberian-Nya ini.
Aku merasa ini aneh, sangat aneh.
Bagaimana bisa harapan dan rasa ini muncul?

Perkenalkan,
Aku orang yang mengagumi keta’atanmu kepada-Nya.
Aku orang yang menyukai kesopananmu, kerendahan hatimu.

Perkenalkan,
Aku orang yang berharap Allah akan mencintai mu,
dan Dia lah yang suatu saat membuat mu mencintai ku karena-Nya.

Perkenalkan,
Aku orang yang jatuh hati padamu dalam diam.